Remtek AI White Paper

Chatbot Berbasis AI untuk Analisis Kebijakan Publik dan Tata Kelola yang Baik di Indonesia


Di tengah pesatnya transformasi digital, analisis kebijakan publik menjadi fondasi penting untuk tata kelola birokrasi yang efektif dan efisien di Indonesia. Namun, perubahan era yang secara sporadis ini tidak lepas dari beragam kendala yang sering terjadi di lapangan, seperti sulitnya mengakses data, file atau dokumen yang sangat kompleks, ditambah waktu analisis yang terbatas semakin menambah tantangan dalam proses perumusan kebijakan itu sendiri. Remtek AI, sebuah chatbo berbasis kecerdasan buatan (AI) yang dikembangkan sejak 2024 oleh Remtekindo, hadir untuk menawarkan solusi bagi para akademisi, pemerintah, serta pembuat kebijakan dalam menghasilkan rekomendasi kebijakan yang akurat.

White paper ini akan menitik beratkan pada: latar belakang dan tantangan, solusi yang ditawarkan, cara kerja, segmentasi pengguna, model bisnis, manfaat, peluang kemitraan, dan keterlibatan pemangku kepentingan (stake holder)

Latar Belakang dan Tantangan

Proses pembuatan kebijakan publik di Indonesia sering kali terhambat, seperti diungkap dalam laporan Understanding Policy Making in Indonesia in Search of a Policy Cycle oleh Pusat Studi Hukum dan Kebijakan Indonesia (PSHK). Kurangnya kolaborasi, akses data yang terbatas, dan kompleksitas dokumen menjadi kendala utama. Dengan ratusan dokumen kebijakan diterbitkan setiap tahun, kebutuhan akan alat analisis yang cepat dan efisien semakin mendesak. Remtek AI hadir untuk mendukung tata kelola yang baik (good governance) dengan teknologi AI yang relevan untuk birokrasi di Indonesia.

Lebih lanjut kendala dalam perumusan kebijakan publik di Indonesia, meliputi:

  1. Akses Terbatas ke Data: Data kebijakan sering tidak terorganisir, menyulitkan akses cepat.
  2. Kompleksitas Dokumen: Dokumen teknis yang panjang memakan waktu untuk dianalisis.
  3. Waktu Terbatas: Peneliti dan pembuat kebijakan bekerja di bawah tekanan waktu.
  4. Kurangnya Kolaborasi: Laporan SMERU Research Institute menunjukkan kolaborasi antar pihak masih minim.

Ditambah tingkat sumber daya manusia (SDM) yang kurang memperparah tantangan ini, sehingga menuntut solusi teknologi yang inovatif.

Solusi

Remtek AI menawarkan solusi berbasis AI dengan dua fitur utama:

FiturDeskripsi
Ringkasan (Sumarisasi) DataFitur ini memungkinkan pengguna untuk mengekstrak informasi penting dari berbagai sumber, seperti: teks (artikel, laporan, dokumen akademik), tautan (sumber berita, jurnal online) dan file PDF kebijakan resmi pemerintah
Rekomendasi KebijakanRemtek AI dapat memberikan rekomendasi kebijakan berdasarkan data yang sudah ada atau kebijakan yang sedang dirancang. Sumber input meliputi: teks kebijakan yang telah dibuat atau sedang dirancang, tautan ke dokumen kebijakan yang relevan dan file kebijakan resmi dalam format PDF

Kedua fitur ini mendukung efisiensi, akurasi, dan kolaborasi antar pihak, sehingga proses perumusan kebijakan lebih efektif dan efisien.

Cara Kerja

Remtek AI menggunakan teknologi Natural Language Processing (NLP) dan Machine Learning (ML) untuk:

  1. Menganalisis dokumen kebijakan secara otomatis.
  2. Mengidentifikasi tren kebijakan terbaru berdasarkan data yang tersedia.
  3. Menyusun rekomendasi berbasis data yang dapat membantu pembuat kebijakan dalam pengambilan keputusan.

Segmentasi Pengguna

Sebagai chatbot berbasis AI, Remtek AI sangat cocok untuk pengguna sebagai berikut:

  1. Akademisi dan Peneliti – Membantu dalam analisis dan kajian kebijakan publik.
  2. Pemerintah Daerah dan Pemerintah Pusat – Mendukung proses penyusunan dan evaluasi kebijakan.
  3. Stakeholder dan Pembuat Kebijakan – Memberikan wawasan berbasis data untuk pengambilan keputusan.

Dengan lebih dari 37 think tank di Indonesia, seperti CSIS dan ERIA (Global Go To Think Tank Index 2020), Remtek AI dapat menjadi alat strategis untuk mendukung analisis kebijakan.

Jadwal Pengembangan

FaseTanggalDetil
Peluncuran Landing Page1 Maret 2025Peluncuran halaman pendaftaran waiting list dan inisiasi promosi.
Fase 1: Integrasi Model AIMaret 2025 - Maret 2026Remtek AI menggunakan model AI pre-trained (berbayar atau open-source) yang tersedia di pasar.
Fase 2: Penelitian & Pengembangan AIBerjalan bersamaan dengan Fase 1Tim Remtek AI mulai mempelajari dan mengembangkan model AI independen sambil tetap menggunakan model pre-trained.
Peluncuran Versi Alpha1 Januari 2026Peluncuran prototipe awal AI dengan akses terbatas untuk uji coba pengguna.
Peluncuran Versi Beta1 November 2026Rilis beta publik dengan peningkatan berdasarkan masukan pengguna.
Peluncuran Versi Produksi17 Agustus 2027Rilis penuh menggunakan model AI buatan sendiri (mandiri).

Catatan Penting:

Strategi teknologi dalam pengembangan Remtek AI menitik beratkan pada keseimbangan antara adopsi AI dan keberlanjutan jangka panjang. Transisi dari model yang telah dilatih sebelumnya ke model AI milik sendiri akan dikelola dengan cermat untuk menjaga kualitas layanan dan kepercayaan pengguna

  1. Fase Awal (2025-2026): Remtek AI akan menggunakan model AI yang telah tersedia di pasar (berbayar atau open source), untuk mempercepat pengembangan awal.
  2. Fase Pembelajaran (2025-2026): Sambil menggunakan model yang tersedia, tim Remtek AI akan mulai mempelajari dan mengembangkan model AI independen yang lebih sesuai dengan kebutuhan kebijakan publik di Indonesia.
  3. Fase Pengembangan Mandiri (2026 & seterusnya): Setelah menguasai pengembangan AI, tim akan mengembangkan model AI sendiri untuk meningkatkan akurasi dan keandalan analisis kebijakan.
  4. Peluncuran Produksi pada Hari Kemerdekaan Indonesia menegaskan komitmen terhadap kemajuan nasional.

Model Bisnis

Remtek AI mengadopsi bisnis model freemium, dengan rincian sebagai berikut:

  1. Gratis: Pengguna dapat menggunakan fitur ringkasan data dan rekomendasi kebijakan hingga 10 kali per bulan.
  2. Pro (Berbayar): Pengguna mendapatkan akses tak terbatas ke semua fitur setiap bulan.

Model ini dipilih karena sesuai dengan pangsa pasar di Indonesia.

Selaras Dengan Program Pemerintah

Remtek AI selaras dengan Rencana Strategis Indonesia untuk Pembangunan Berkelanjutan, khususnya dalam mendukung Tata Kelola Pemerintahan yang Baik (SDG 16) dan Inovasi & Infrastruktur (SDG 9). Sebagai asisten kebijakan publik berbasis AI pertama di Indonesia, Remtek AI memperkuat pengambilan keputusan berbasis data melalui analisis kebijakan yang efisien serta rekomendasi berbasis bukti.

Dengan memberdayakan akademisi, peneliti, serta institusi pemerintah, Remtek AI berkontribusi dalam membangun pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan efektif, sehingga kebijakan yang dihasilkan sejalan dengan tujuan pembangunan nasional (RPJMN) serta Sustainable Development Goals (SDGs). Pendekatan berbasis AI ini mempercepat inovasi sektor publik, memungkinkan perumusan dan implementasi kebijakan yang lebih baik guna mendukung keberlanjutan jangka panjang di Indonesia.

Edukasi dan Keterlibatan Pemangku Kepentingan

Keberhasilan Remtek AI bergantung pada kemampuan pengguna untuk memahami dan memanfaatkan teknologi. Oleh karena itu strategi edukasi dan keterlibatan wajib digencarkan, seperti:

  1. Panduan dan Tutorial: Menyediakan panduan digital dalam bahasa Indonesia, termasuk video singkat tentang cara mengunggah dokumen dan membaca rekomendasi.
  2. Webinar dan Workshop: Mengadakan sesi pelatihan gratis pada 2025-2026 untuk akademisi dan pejabat pemerintah, fokus pada penggunaan praktis Remtek AI.
  3. Dukungan Komunitas: Membentuk forum daring untuk pengguna berbagi pengalaman dan praktik terbaik, meningkatkan literasi AI di kalangan target pasar.
  4. Kemitraan dengan Think Tank: Berkolaborasi dengan CSIS, SMERU, atau ERIA untuk menguji coba Remtek AI dalam proyek kebijakan nyata.
  5. Konsultasi dengan Pemerintah: Melibatkan Kementerian Dalam Negeri atau Bappenas dalam fase Alpha (2026) untuk mendapatkan masukan dan dukungan resmi.

Edukasi dan keterlibatan ini memperkuat relevansi Remtek AI dan membangun jaringan pendukung secara berkelanjutan.

Peluang Kemitraan

Untuk mempercepat pengembangan dan memperluas dampak Remtek AI, kami membuka peluang bagi investor dan mitra strategis:

  1. Investor Teknologi – Mendukung pengembangan Remtek AI dan ekspansi fitur.
  2. Lembaga Pemerintah & NGO – Menggunakan Remtek AI untuk meningkatkan analisis kebijakan.
  3. Universitas & Lembaga Penelitian – Berkolaborasi dalam pengembangan model AI yang lebih akurat.
  4. Pendapatan dari Model Freemium: Setelah beta rollout pada 2026, pendapatan dari paket Pro akan mendukung operasional dan pengembangan lebih lanjut.

Pendanaan ini akan digunakan untuk pengembangan teknologi, pemasaran, dan edukasi pengguna agar adopsi Remtek AI maksimal.

Penutup

Remtek AI adalah solusi inovatif untuk analisis kebijakan publik di Indonesia, mendukung tata kelola yang baik melalui AI. Dengan pendanaan strategis, edukasi pengguna yang terarah, dan keterlibatan stakeholder yang kuat, Remtek AI siap menjadi alat penting bagi akademisi, pemerintah, dan pembuat kebijakan. Teknologi ini menawarkan masa depan kebijakan yang lebih cepat, akurat, dan inklusif.

Kami mengundang kolaborasi untuk mewujudkan visi ini. Kunjungi halaman landing remtekindo.com untuk informasi lebih lanjut.

Remtek AI White Paper

AI-Based Chatbot for Public Policy Analysis and Good Governance in Indonesia


Amid rapid digital transformation, public policy analysis has become an important foundation for effective and efficient bureaucratic governance in Indonesia. However, this sporadic era of change is not free from various constraints that often occur in the field, such as difficulty accessing data, highly complex files or documents, coupled with limited analysis time, further adding to the challenges in the policy formulation process itself. Remtek AI, an artificial intelligence (AI) based chatbot developed since 2024 by Remtekindo, offers a solution for academics, government officials, and policymakers in producing accurate policy recommendations.

This white paper will focus on: background and challenges, solutions offered, operational methods, user segmentation, business model, benefits, partnership opportunities, and stakeholder involvement.

Background and Challenges

The public policy-making process in Indonesia is often hampered, as revealed in the report Understanding Policy Making in Indonesia in Search of a Policy Cycle by the Indonesian Center for Law and Policy Studies (PSHK). Lack of collaboration, limited data access, and document complexity are the main obstacles. With hundreds of policy documents published each year, the need for fast and efficient analytical tools is increasingly urgent. Remtek AI is here to support good governance through AI technology relevant to Indonesian bureaucracy.

Furthermore, constraints in public policy formulation in Indonesia include:

  1. Limited Access to Data: Policy data is often disorganized, making quick access difficult.
  2. Document Complexity: Long technical documents take time to analyze.
  3. Limited Time: Researchers and policymakers work under time pressure.
  4. Lack of Collaboration: The SMERU Research Institute report shows minimal collaboration between parties.

Added to this, the level of human resources exacerbates these challenges, necessitating innovative technological solutions.

Solution

Remtek AI offers an AI-based solution with two main features:

FeatureDescription
Data SummarizationThis feature allows users to extract important information from various sources, such as: text (articles, reports, academic documents), links (news sources, online journals) and official government policy PDF files
Policy RecommendationsRemtek AI can provide policy recommendations based on existing data or policies being drafted. Input sources include: policy text that has been created or is being drafted, links to relevant policy documents, and official policy files in PDF format

Both features support efficiency, accuracy, and collaboration between parties, making the policy formulation process more effective and efficient.

How It Works

Remtek AI uses Natural Language Processing (NLP) and Machine Learning (ML) technologies to:

  1. Analyze policy documents automatically.
  2. Identify policy trends based on available data.
  3. Develop data-driven recommendations that can assist policymakers in decision-making.

User Segmentation

As an AI-based chatbot, Remtek AI is highly suitable for the following users:

  1. Academics and Researchers – Assists in public policy analysis and studies.
  2. Local and Central Government – Supports the process of policy development and evaluation.
  3. Stakeholders and Policymakers – Provides data-driven insights for decision-making.

With more than 37 think tanks in Indonesia, such as CSIS and ERIA (Global Go To Think Tank Index 2020), Remtek AI can be a strategic tool to support policy analysis.

Development Schedule

PhaseDateDetails
Landing Page LaunchMarch 1, 2025Launch of waiting list registration page and promotion initiation.
Phase 1: AI Model IntegrationMarch 2025 - March 2026Remtek AI uses pre-trained AI models (paid or open-source) available in the market.
Phase 2: AI Research & DevelopmentRuns concurrently with Phase 1The Remtek AI team begins studying and developing an independent AI model while continuing to use pre-trained models.
Alpha Version LaunchJanuary 1, 2026Launch of initial AI prototype with limited access for user testing.
Beta Version LaunchNovember 1, 2026Public beta release with improvements based on user feedback.
Production Version LaunchAugust 17, 2027Full release using self-made (independent) AI model.

Important Note:

The technology strategy in Remtek AI development emphasizes the balance between AI adoption and long-term sustainability. The transition from pre-trained models to proprietary AI models will be carefully managed to maintain service quality and user trust

  1. Initial Phase (2025-2026): Remtek AI will use AI models already available in the market (paid or open source) to accelerate early development.
  2. Learning Phase (2025-2026): While using available models, the Remtek AI team will begin learning and developing an independent AI model more suited to public policy needs in Indonesia.
  3. Independent Development Phase (2026 & beyond): After mastering AI development, the team will develop their own AI model to improve the accuracy and reliability of policy analysis.
  4. Production launch on Indonesia's Independence Day affirms the commitment to national progress.

Business Model

Remtek AI adopts a freemium business model, with the following details:

This model was chosen because it suits the market share in Indonesia.

Alignment With Government Programs

Remtek AI aligns with Indonesia's Strategic Plan for Sustainable Development, particularly in supporting Good Governance (SDG 16) and Innovation & Infrastructure (SDG 9). As Indonesia's first AI-based public policy assistant, Remtek AI strengthens data-driven decision-making through efficient policy analysis and evidence-based recommendations.

By empowering academics, researchers, and government institutions, Remtek AI contributes to building transparent, accountable, and effective governance, ensuring that resulting policies align with national development goals (RPJMN) and Sustainable Development Goals (SDGs). This AI-based approach accelerates public sector innovation, enabling better policy formulation and implementation to support long-term sustainability in Indonesia.

Education and Stakeholder Involvement

The success of Remtek AI depends on users' ability to understand and utilize the technology. Therefore, education and involvement strategies must be intensified, such as:

  1. Guides and Tutorials: Providing digital guides in Indonesian, including short videos on how to upload documents and read recommendations.
  2. Webinars and Workshops: Conducting free training sessions in 2025-2026 for academics and government officials, focusing on the practical use of Remtek AI.
  3. Community Support: Forming an online forum for users to share experiences and best practices, increasing AI literacy among the target market.
  4. Partnerships with Think Tanks: Collaborating with CSIS, SMERU, or ERIA to test Remtek AI in real policy projects.
  5. Consultation with Government: Involving the Ministry of Home Affairs or Bappenas in the Alpha phase (2026) to obtain input and official support.

This education and involvement strengthens Remtek AI's relevance and builds a support network on an ongoing basis.

Partnership Opportunities

To accelerate development and expand the impact of Remtek AI, we are opening opportunities for investors and strategic partners:

  1. Technology Investors – Support Remtek AI development and feature expansion.
  2. Government Agencies & NGOs – Use Remtek AI to enhance policy analysis.
  3. Universities & Research Institutions – Collaborate in developing more accurate AI models.
  4. Revenue from Freemium Model: After beta rollout in 2026, revenue from the Pro package will support operations and further development.

This funding will be used for technology development, marketing, and user education to maximize Remtek AI adoption.

Conclusion

Remtek AI is an innovative solution for public policy analysis in Indonesia, supporting good governance through AI. With strategic funding, targeted user education, and strong stakeholder involvement, Remtek AI is ready to become an important tool for academics, government officials, and policymakers. This technology offers a future of faster, more accurate, and inclusive policy development.

We invite collaboration to realize this vision. Visit the landing page at remtekindo.com for more information.

Join Waiting List